Diberdayakan oleh Blogger.

An Owl in A Past Life

    • Beauty Talk
    • Ayo Jalan
    • Personal
    • Jajan Asik
    • Review
    Menurut gue, bagian terenak dari ayam adalah sayap ayam. Nah, bicara tentang sayap ayam, sekarang Wingstop -resto fast food khusus chicken wings asal Amerika- buka cabang di Margo City Depok, lho. Jadi, untuk warga Depok (seperti gue) nggak perlu jauh-jauh ke Kota Kasablanka untuk mencicipi sayap ayam dari Wingstop yang terkenal lezat ini.

    Gerai Wingstop di Margo City

    Wingstop menghadirkan tiga pilihan ayam, yaitu Classic Wings, Boneless Wings, dan Boneless Strip. Pilihan bumbunya pun ada 10 varian, mulai dari Atomic dengan level kepedasan tertinggi, hingga Teriyaki dengan rasa yang manis. Nggak cuma itu, Wingstop juga menyediakan dua jenis Dipping, yaitu Honey Mustard dan Creamy Ranch.

    Untuk urusan harga, Wingstop mematok harga Rp 35.000 untuk lima potong ayam, Rp 66.000 untuk 10 potong ayam, dan Rp 120.000 untuk 18 potong ayam. Selain itu, kita juga bisa menambah dua potong ayam dengan membayar sekitar Rp 11.000. 

    Nggak kenyang kalo cuma makan sayap ayam doang? Tenang. Wingstop juga menghadirkan nasi dan kentang goreng, kok. Bahkan, kita juga bisa memilih paket nasi-minum atau kentang goreng-minum dengan harga sekitar Rp 15.000.

    Karena ini pertama kalinya gue mencoba Wingstop, tentu aja gue bingung dan lebih banyak mikir sewaktu di kasir. Untungnya, pegawai Wing Stop Margo City sangat ramah dan sabar dalam menghadapi pelanggan yang kebanyakan bingungnya kayak gue. Hehehe....

    Akhirnya pilihan gue jatuh kepada 5 potong Atomic Classic Wings, 5 potong Garlic Parmesan Classic Wings, medium French Fries, dan medium Green Tea. Untuk dippingnya sendiri gue (dengan sotoy-nya) memilih Honey Mustard. Total yang gue habiskan untuk makanan tersebut adalah Rp 93.000.

    Yang pertama kali gue cicipi adalah kentang gorengnya (salah fokus emang). Biarpun kata adik gue kentang gorengnya keasinan, tapi gue suka banget sama kentang gorengnya. Gurih banget. Apalagi kalau sudah dicelup ke dipping-nya. Gurih, campur manis. Enak deh. Agak mubazir rasanya ngambil saus sambal karena ternyata nggak kesentuh sama sekali.

    Honey Mustard dan Saus Sambal Yang Terabaikan

    Setelah nyobain kentang goreng gurih-enak-nagih itu, gue pun beralih ke Garlic Parmesan Classic Wings. Lagi-lagi rasa gurih dari Garlic Parmesan Classic Wings ini pas banget dipadukan dengan manisnya Honey Mustard.

    Garlic Parmesan Classic Wings

    Puas dengan rasa gurih dari kentang goreng dan Garlic Parmesan Classic Wings, gue pun akhirnya mencoba 'menu utama': Atomic Classic Wings. Komen gue habis makan Atomic Classic Wings cuma ini: PEDES DAN ASEM BANGET! Gue mencoba mengurangi rasa pedas dan asam dengan nyelupin chicken wing ke Honey Mustard, tapi ternyata nggak ngaruh sama sekali. 

    Gue pun cuma bisa makan satu potong. Begitu pun adik gue yang bahkan cuma makan setengah potong. Sepertinya gue nggak akan pernah lagi membeli Atomic Classic Wings karena rasa asem dan pedesnya yang dahsyat itu. Bahkan, gue yang (ngakunya) suka pedas pun harus bertekuk lutut sama Si Neng Atomic Classic Wings ini.

    The Super Duper Mega Spicy Atomic Classic Wings



    Overall, gue suka sama tekstur chicken wings yang crunchy, kentang goreng yang gurih-enak-nagih, pilihan rasanya yang variatif, dan dipping-nya yang enak. Ditambah lagi, suasana Wingstop di Margo City Depok cenderung sepi dan tenang (mungkin karena jumlah meja yang sedikit). Kalau gue sih pasti balik lagi ke Wingstop. Kalau kamu?

    Continue Reading
    "If you never try, you'll never know." - Coldplay

    Siapa yang setuju dengan quote di atas? Yuk angkat tangannya! Hehe....

    Gue pribadi suka banget nyobain hal-hal baru, termasuk dalam urusan nyari jalan pulang. Yep, pulang dalam artian sebenarnya. Habis kerja, kembali ke rumah, terus bobo pelukan sama guling.

    Rumah gue di Depok, kantor gue di Thamrin. Jauh banget, kan? Karena jauhnya jarak rumah gue ke kantor, akhirnya semenjak mulai kerja di daerah Thamrin -dua tahun yang lalu- gue suka iseng-iseng nyari rute atau angkutan umum alternatif Thamrin - Depok.

    Awalnya gue memilih naik metromini 640, lalu nyambung angkot 129, terus nyambung lagi angkot 37. Tapi baru tiga hari pendekatan sama mereka, gue nyerah. Nggak kuat deh sama macetnya Jakarta, belum lagi gue harus naik-turun angkot sampai tiga kali.

    Akhirnya gue pun berpaling ke commuter line. Ongkos jelas lebih murah dan waktu tempuh jauuuh lebih cepat. Tapi kadang commuter line suka bertingkah. Ya telat-lah, gangguan-lah, ngantri-lah. Gue pun kemudian terjebak love-hate relationship sama commuter line. Bete, tapi masih bergantung dan ngarep dia berubah.

    Nah, di saat commuter line lagi 'ngambek' inilah waktunya gue iseng-iseng nyoba rute baru. Kayaknya hampir semua angkutan umum alternatif udah gue coba. Mulai dari busway, kopaja 19, bus pariwisata cibubur, sampai patas arah cibinong.

    Hingga hari ini, semua angkutan umum yang menuju rumah gue kompakan resenya. Rel kereta amblas, antrian busway melingker sampai jembatan, metromini 640 penuh, patas Cibinong nggak keliatan, dan bus Cibubur meninggalkan gue yang udah melambai-lambai begitu saja.

    Sampai tiba-tiba mata gue tertuju pada minibus yang sudah agak renta berjalan dengan kecepatan sedang. Di kaca depan minibus tersebut tertempel kertas kardus bertuliskan "depok". Tulisannya keciiiiil banget, sampai bikin orang terkesan nggak peduli sama kehadiran dia. Padahal nggak gitu. Serius deh. Minibus (yang katanya) jurusan Depok itu jalan ngelewatin gue yang masih mikir antara naik atau nggak. Dan tepat di saat mata Sang Kenek dan gue bertemu (halah), gue pun bertanya bus itu ke depok bagian mana (seolah-olah Depok segede Jakarta).

    Jawaban Mamang Kenek itu cuma "Depok Baru", yang mana gue sebagai warga Depok sejak 13 tahun yang lalu cuma tau Depok Baru itu stasiun, bukan nama jalan atau apa. Tapi walaupun ragu akhirnya gue tetep naik minibus yang setengah terisi itu.

    Begitu masuk, gue memperhatikan sekeliling bus. Satu hal yang ada di pikiran gue cuma: ini bukan bus hantu, kan? Oke, terlalu absurd emang. Di dalam bus gue jaga-jaga, pegang tas pegang handphone, sambil nungguin Mamang Kenek nagih ongkos.

    Betapa kagetnya gue ketika minibus Thamrin - Depok ini cuma memasang tarif Rp 7.000 padahal pakai masuk tol segala. Murah banget! Nggak cuma itu, waktu tempuhnya pun lebih singkat dibanding naik busway atau metromini 640.

    Berkat iseng nyoba-nyoba inilah gue jadi tau angkutan umum Thamrin - Depok yang asik, selain commuter line. Jadi kalau commuter line 'ngambek' lagi gue punya alternatif angkutan umum yang nggak kalah asik, yaitu minibus tanpa identitas ini. Biarpun renta, tapi aku cinta.
    Continue Reading
    Kalau disuruh menyebutkan dua hal yang paling lo suka di dunia ini, apa jawaban kalian? Bagi gue, menjawab pertanyaan itu nggak perlu pakai mikir. Gue sudah tahu jawabannya bahkan sejak gue masih belum jelas ngomong huruf "r".

    Musik dan menulis.

    Karena alasan itu pula-lah, akhirnya gue kembali membuat blog untuk yang ke-seribu kalinya. Jangan pernah nanya sudah berapa blog yang gue buat. Dari Multiply, Wordpres, Blogspot, hingga Tumblr sudah pernah gue coba. Tapi karena Tumblr gue sangatlah 'berantakan', akhirnya toh gue balik lagi ke blogspot. Kali ini untuk menulis hal-hal yang gue suka dengan lebih teratur, dan tentu aja semoga tulisan-tulisan di sini bermanfaat untuk orang lain.

    Jadi, selamat datang di dunia gue. Yang lebih banyak absurd-nya daripada warasnya.

    XOXO,
    Valine.

    Continue Reading
    Newer
    Stories

    Hello, There!

    Valine Yarangga

    An introverted night owl who enjoys writing, singing, calm surroundings, and a cup of hot tea in the morning.

    More About Me

    • facebook
    • twitter
    • instagram

    Labels

    personal Ayo Jalan! review beauty talk Jajan Asik cerita di kantor cerpen

    recent posts

    Blog Archive

    • Februari 2023 (1)
    • Oktober 2021 (1)
    • Oktober 2020 (1)
    • Agustus 2020 (1)
    • April 2020 (1)
    • Maret 2020 (2)
    • Januari 2020 (1)
    • Desember 2019 (3)
    • September 2019 (1)
    • Mei 2019 (1)
    • Maret 2019 (1)
    • Februari 2019 (2)
    • Januari 2019 (2)
    • November 2018 (3)
    • Oktober 2018 (2)
    • September 2018 (1)
    • Agustus 2018 (1)
    • Juli 2018 (5)
    • Mei 2018 (1)
    • April 2018 (1)
    • Maret 2018 (5)
    • Februari 2018 (1)
    • Januari 2018 (1)
    • Desember 2017 (3)
    • November 2017 (2)
    • September 2017 (3)
    • Juli 2017 (1)
    • Mei 2017 (2)
    • April 2017 (2)
    • Maret 2017 (2)
    • Februari 2017 (1)
    • Januari 2017 (2)
    • Agustus 2016 (2)
    • Mei 2016 (2)
    • April 2016 (1)
    • Februari 2016 (1)
    • Januari 2016 (3)
    • Oktober 2015 (2)
    • September 2015 (1)
    • Juli 2015 (1)
    • Juni 2015 (2)
    • Mei 2015 (2)
    • Maret 2015 (1)
    • Oktober 2014 (2)
    • Juli 2014 (3)

    Statistic

    Created with by BeautyTemplates | Distributed By Gooyaabi Templates

    Back to top