Diberdayakan oleh Blogger.

An Owl in A Past Life

    • Beauty Talk
    • Ayo Jalan
    • Personal
    • Jajan Asik
    • Review
    Satu kata yang paling banyak disebut orang saat diminta untuk mendeksripksikan Jakarta sudah pasti "macet". Jakarta dan macet memang ibarat dua sejoli yang baru pacaran, sulit banget dipisahkan. Dan pengendara yang cuek terhadap peraturan lalu lintas ibarat remaja yang heboh ngegodain temennya yang baru pacaran biar makin lengket.

    Di tengah carut marutnya lalu lintas Jakarta yang seringkali bikin orang-orang di dalamnya jadi nggak produktif, muncullah sebuah jasa yang bisa menjadi penyelamat kita untuk menerjang kemacetan Jakarta. GO-JEK namanya. Untuk yang belum tahu, GO-JEK adalah aplikasi untuk memesan ojek.

    Lho, terus apa bedanya sama ojek biasa?

    Beberapa hari yang lalu, gue iseng-iseng men-download aplikasi GO-JEK dan selama dua hari terakhir gue sibuk mengutak-atik aplikasi tersebut. Ternyata, kita dapat langsung mengetahui tarif yang harus kita bayar setelah memasukkan daerah asal dan daerah tujuan. 

    Sistem tarifnya kurang lebih seperti taksi, yaitu berdasarkan jarak tempuh. Dari rumah gue di bilangan Cimanggis hingga kantor di daerah Cideng, tarif GO-JEK yang harus gue bayar adalah Rp 140.000. Lebih murah dibanding naik taksi atau ojek. Kalau saat macet argo taksi pasti membengkak dan ojek biasa pasti langsung menaikkan tarif sesuka hati, maka tarif GO-JEK cenderung lebih stabil. Nggak peduli macet atau hujan, pasti tarifnya sama.

    Cuma berdasarkan pengamatan gue, tarif GO-JEK untuk jarak tempuh dibawah 4 km dipukul rata, yaitu sebesar Rp 25.000. Jadi kalau mau pakai GO-JEK sekalian aja yang jauh, hehehe.

    Keuntungan yang ditawarkan GO-JEK nggak berhenti di situ saja. Mereka juga memberikan Free Credit sebesarnya Rp 50.000 untuk penggunaan pertama dengan memasukkan kode tertentu. Kamu juga bisa mendapat credit gratisan ini dengan memasukkan kode 545584705.

    Jika credit-nya sudah habis, kamu juga bisa top up via ATM. Jadi, kamu nggak perlu ribet bawa uang cash kemana-mana. Selain itu, GO-JEK juga menjanjikan penutup rambut dan masker gratis untuk penumpangnya.

    Tapi jujur aja, awalnya gue sedikit skeptis dengan GO-JEK. Gue pikir dibalik semua keuntungan yang ditawarkan, GO-JEK pasti akan lebih ribet dibanding ojek biasa. Tapi, tadi pagi gue mencoba menggunakan GO-JEK dan ternyata ketakutan gue akan sistem GO-JEK yang ribet tidak sepenuhnya terbukti.

    Jadi, inilah review pengalaman pertama gue menggunakan GO-JEK:

    Pagi ini gue memesan ojek melalui aplikasi GO-JEK sekitar pukul 09.20 WIB. Tempat awalnya adalah stasiun Tebet menuju kantor gue di daerah Jl. Abdul Muis. Tarif yang harus gue bayar adalah Rp 46.000 dan jadi gratis karena gue punya Free Credit Rp 50.000. Asik kan?

    Setelah mengisi daerah awal dan daerah tujuan, gue pun mengisi jam booking-nya, yaitu sekitar pukul 09.50 WIB karena kereta gue baru tiba di Tebet sekitar pukul 09.45. Setelah selesai, GO-JEK akan menampilkan nama driver yang akan mengantar kita dan posisi driver tersebut.

    Sekitar pukul 09.30 WIB, driver GO-JEK gue SMS dan menginfokan kalau dia sudah tiba di lokasi. Wew, 20 menit lebih cepat dari waktu yang sudah ditentukan. Jam 09.46 WIB gue pun tiba di lokasi Tebet. Begitu ketemu dengan driver GO-JEK tersebut, dia langsung minta maaf karena penutup rambut dan masker sedang habis. No big deal-lah ya. Apalagi dia sudah menjelaskan langsung tanpa gue tanya. Ditambah lagi helm-nya bersih dan nggak bau seperti helm ojek kebanyakan. Jadi, no problemo.

    Driver GO-JEKnya menyetir motor dengan hati-hati biarpun masih muda, nggak seperti ojek anak muda kebanyakan yang ngebut dan grasak-grusuk. 

    Tapi... begitu memasuki jalan yang agak sepi tiba-tiba aja sang driver GO-JEK ini ngeluarin handphone dari sakunya dan mulai SMS. Sebagai orang yang sebisa mungkin mematuhi peraturan lalu lintas (karena gue tahu betapa nyebelinnya kena imbas kecelakaan gara-gara pengemudi lain cuek peraturan), gue mulai bete. Untungnya dia nggak lama membuka handphone-nya dan fokus kembali ke jalan raya. Tapi... lagi-lagi driver-nya bikin pelanggaran. Dia masuk jalur busway, doooong. Bagi orang-orang mungkin  ini biasa yah, tapi nggak bagi gue. Duh, jangan dibiasain deh ya ngelanggar peraturan gitu. Bikin macet, gila!

    Setelah sampai di kantor, gue pun bingung harus ngapain karena kredit di aplikasi GO-JEK gue belum berkurang. Begitu gue tanya driver-nya, dia pun juga bingung. Nah lho.

    Gue pun mau bayar pakai cash, tapi driver-nya nggak punya kembalian dan akhirnya gue nuker uang dulu. Jadi ribet banget. Setelah bayar, gue langsung utak-atik aplikasi GO-JEK karena penasaran dan tau-tau kredit GO-JEK gue sudah berkurang. Gue pun balik lagi ke depan kantor dan ternyata pak satpam kantor juga mau manggil gue karena driver-nya dapat notifikasi kredit gue sudah terpotong dan mau balikin uang cash gue.

    Sebenernya, layanan di GO-JEK ini tuh mudah dan murah. Cuma... mungkin untuk driver yang baru gabung bisa diberikan pemahaman cara kerja aplikasi GO-JEK terlebih dahulu biar nggak clueless kayak pengalaman gue tadi pagi. Well, kesalahannya bisa dimaafkan karena masih baru sih yah. :)

    Tapi yang pasti pengalaman nggak enak itu nggak bikin gue kapok buat gunain GO-JEK. Karena jujur aja GO-JEK emang memudahkan kok. Nggak perlu ribet nyari dan tawar menawar tarif ojek. Sangat membantu buat orang yang beraktivitas di Jakarta dan nggak pengen gigit jari karena argo taksi yang membengkak. 

    Gue juga masih pengen coba layanan GO-JEK lainnya yaitu layanan antar jemput barang dan belanja. Semoga sih pelayanan GO-JEK ke depannya lebih baik lagi, biar pengguna lebih nyaman dan lebih percaya terhadap GO-JEK.





    Continue Reading
    Newer
    Stories
    Older
    Stories

    Hello, There!

    Valine Yarangga

    An introverted night owl who enjoys writing, singing, calm surroundings, and a cup of hot tea in the morning.

    More About Me

    • facebook
    • twitter
    • instagram

    Labels

    personal Ayo Jalan! review beauty talk Jajan Asik cerita di kantor cerpen

    recent posts

    Blog Archive

    • Februari 2023 (1)
    • Oktober 2021 (1)
    • Oktober 2020 (1)
    • Agustus 2020 (1)
    • April 2020 (1)
    • Maret 2020 (2)
    • Januari 2020 (1)
    • Desember 2019 (3)
    • September 2019 (1)
    • Mei 2019 (1)
    • Maret 2019 (1)
    • Februari 2019 (2)
    • Januari 2019 (2)
    • November 2018 (3)
    • Oktober 2018 (2)
    • September 2018 (1)
    • Agustus 2018 (1)
    • Juli 2018 (5)
    • Mei 2018 (1)
    • April 2018 (1)
    • Maret 2018 (5)
    • Februari 2018 (1)
    • Januari 2018 (1)
    • Desember 2017 (3)
    • November 2017 (2)
    • September 2017 (3)
    • Juli 2017 (1)
    • Mei 2017 (2)
    • April 2017 (2)
    • Maret 2017 (2)
    • Februari 2017 (1)
    • Januari 2017 (2)
    • Agustus 2016 (2)
    • Mei 2016 (2)
    • April 2016 (1)
    • Februari 2016 (1)
    • Januari 2016 (3)
    • Oktober 2015 (2)
    • September 2015 (1)
    • Juli 2015 (1)
    • Juni 2015 (2)
    • Mei 2015 (2)
    • Maret 2015 (1)
    • Oktober 2014 (2)
    • Juli 2014 (3)

    Statistic

    Created with by BeautyTemplates | Distributed By Gooyaabi Templates

    Back to top