Diberdayakan oleh Blogger.

An Owl in A Past Life

    • Beauty Talk
    • Ayo Jalan
    • Personal
    • Jajan Asik
    • Review
    Kerja di perkantoran Jakarta bikin nggak produktif. Iya nggak, sih? Mungkin bukan gue aja yang merasakan hal ini, tapi juga karyawan yang bekerja di Jakarta lainnya.

    Gimana nggak? Jalanan Jakarta itu cuma bebas macet saat tengah malam (hari Jumat nggak dihitung) dan libur lebaran. Sayangnya, dua kondisi tersebut adalah saat di mana sebagian besar karyawan nggak bekerja. Nah, di saat sebagian besar karyawan bekerja, Jakarta ibarat benang kusut. Naik kendaraan pribadi salah, naik bus salah, naik kereta salah, naik helikopter sayangnya nggak punya. Kerja di Jakarta tuh kayak harus siap dicabik-cabik kenyataan pahit Ibu Kota. Jalanan Jakarta adalah cobaan hidup yang sesungguhnya. Tsaah~

    Source


    Kenapa cobaan? Karena Jakarta tuh ruwet! Lebih ruwet dari 3x10x7:8x111:2x0×17890:100-12345. Betul, nggak?

    Jakarta tuh ya Sis, macetnya kayak udah nggak ada obat. Lebih gilanya lagi Sis, angkutan umumnya juga bikin penat. Jalur Transjakarta yang harusnya lancar, malah jadi sama macetnya karena banyak kendaraan pribadi yang nekad lewat situ. Kereta atau commuter line yang harusnya bisa jadi transportasi cepat, justru makin bikin sakit kepala karena dikit-dikit gangguan, dikit-dikit antrian. Asli! Pacaran yang melibatkan emosi sedemikan rupa aja nggak bikin mau gila kayak gini, Sis.

    Makanya, alangkah indahnya hidup ini kalau perusahaan-perusahaan mulai menerapkan remote office untuk posisi-posisi tertentu, writer misalnya. We can work from everywhere: from our home, from a coffeeshop, even from our bed. Imagine how productive we can be. Mengapa bisa jadi produktif? Karena mood kita akan stabil dan stamina juga masih terjaga.

    Pernah denger quote "don't let your mood dictate your manner"? Iyes. Itu bener banget. Bekerja memang harus profesional. Jangan mau dikalahin mood. Tapi to be honest ya, mood beneran mempengaruhi kualitas dan produktifitas kerja. Misalnya, kalo pagi-pagi terjebak macet atau terkena gangguan kereta, sampai kantor pasti jadi bete dan cape. Dan kalo udah ngerasa cape atau bete, gue biasanya melakukan hal-hal tertentu untuk mengembalikan mood, misalnya browsing di Youtube atau baca buzzfeed. Yang artinya, satu jam waktu di kantor terbuang. Kalaupun gue langsung kerja, ujung-ujungnya nggak efisien juga karena pekerjaan yang seharusnya bisa selesai dalam waktu 30 menit justru memakan waktu 2 jam. Duh!

    Mengingat jalanan Ibu Kota itu sebegininya, menurut gue salah satu solusinya ya remote office. We can be connected through internet. Bukan nggak mungkin juga karyawan bekerja lebih dari 8 jam sehari saking betahnya kerja dari rumah atau dari coffee shop favorit. Ditambah lagi, saking terjaganya mood dan stamina, kerja pun akan lebih produktif. Tapi sekali lagi, ini hanya berlaku untuk pekerjaan-pekerjaan tertentu ya, seperti writer, social media, dan graphic designer. 

    source


    Ditambah lagi, dari pada menuh-menuhin jalanan Jakarta, mending kita-kita yang bisa remote office kerja dari rumah aja, kan? Apalagi yang bekerja di Jakarta tidak hanya warga Jakarta aja. Tapi juga warga dari berbagai kota penyangga, kayak Depok, Bekasi, dan Tangerang. Jadi, remote office ini bisa dibilang mempermudah karyawan lainnya -yang nggak memungkinkan untuk remote office- biar lebih lancar di jalan dan lebih produktif dalam bekerja. (Halah! Alasannya aja kamu, Valine. Bilang aja males mandi pagi!)

    Nggak cuma itu aja kok keuntungan remote office. Beberapa manfaat lainnya misalnya mengurangi tingkat polusi karena berkurangnya pemakaian kendaraan pribadi dan lebih hemat kertas karena semua berkas dikirim via email. Intinya, remote office berperan dalam menjaga lingkungan. Nggak cuma untuk karyawan dan lingkungan, perusahaan juga diuntungkan kok dengan sistem remote office ini, misalnya kayak mengurangi biaya sewa gedung atau se-simple menghemat biaya beli alat tulis kantor.

    Tapi di balik berbagai keuntungan kerja dari rumah, gue sadar bahwa sebaik-baiknya dan semudah-mudah komunikasi adalah dengan berkomunikasi langsung. Mungkin karena itu juga banyak perusahaan yang masih mempertahankan sistem kerja dengan ketemuan langsung. Apalagi kalau kita bekerja dalam tim, bukan single fighter. Gue percaya bawah tim yang kompak akan membuat karyawan jadi betah ngantor dan jadi loyal sama perusahaan. Nah, caranya adalah dengan berkomunikasi langsung: diskusi bareng, bercanda bareng, ketawa bareng, makan siang bareng, atau pulang kerja bareng. 

    Jadi, pilih yang mana dong? Remote office atau kerja dari kantor?

    Pilihannya adalah... buka kantor sendiri aja, Sis! Biar bagaimana pun juga, jadi boss untuk diri sendiri itu lebih keren dan lebih bermanfaat untuk orang lain. 


    Continue Reading
    Mereka yang mengenal gue dengan dekat pasti tau banget kalo gue bermasalah dengan tidur. Gue sulit banget mengantuk di bawah jam 12. Atau, sekalinya gue tidur di bawah jam 12, gue akan terbangun beberapa jam sekali. Nggak heran, kalo dark circle betah banget nongkrong di bawah mata.  Ya walaupun lingkaran hitam ini genetik sih yah karena nyokap pun begini. Tapi kalo tidur gue berkualitas, setidaknya lingkaran hitam ini nggak setebel ini. Aku juga pengen cantik tanpa dark circle, Kak!



    E-ni-wai, balik lagi ke masalah tidur. Sejak awal tahun 2016 ini, kualitas tidur gue sempat membaik. Sebelum jam 12 gue sudah mulai mengantuk, bahkan sempat nggak kuat melek di atas jam 11. Luar biasa, kan?

    Tapi semua usaha tidur cepat runtuh ketika 2 minggu yang lalu gue mulai begadang dan naluri burung hantu pun balik lagi. Daaan... kembalinya kebiasaan tidur malam ini pun membuat segala macam hal nggak enak bermunculan, misalnya:

    #1 Susah Konsen
    Karena mengantuk, gue pun jadi sulit konsentrasi di tempat kerja. Buat bikin mata "on", gue pun jadi rajin mengonsumsi kopi-kopian. Efeknya? maag lebih sering kambuh dan jantung jadi deg-degan nggak jelas. Ih, ini karena sering minum kopi apa lagi naksir orang sih? 

    #2 Sakit Kepala
    Kurang tidur menyebabkan sakit kepala itu fakta ya sodara-sodara. Dalam dua minggu terakhir ini, gue udah beberapa kali sakit kepala di kantor dan itu bikin nggak produktif banget.

    #3 Emosional dan Cemas Berlebihan
    Jadi sensi, cepet kesel, dan bawaannya resah gelisah. Apa aja dikhawatirin. Semua dimasukkin hati. Iya, emang kurang tidur katanya bisa bikin stress sih.

    #4 Lingkaran Hitam Makin Cetar
    Pertolongan terakhir gue a.k.a concealer udah nggak ada artinya lagi. Gue pasrah ajalah untuk yang satu ini. :')

    Jadi, intinya kurang tidur bikin kegiatan sehari-hari terganggu itu bukan mitos, tapi fakta. Udah sih, intinya postingan kali ini sebenernya cuma mau curhat gue lagi susah tidur. Namanya juga lagi emosional kan, dikit-dikit bawaannya pengen curhat. #ehgimana

    Jadi gitu aja. Ayam udah berkokok, jam udah di angka empat. Waktunya burung hantu tidur. Ciao!


    Continue Reading
    Newer
    Stories
    Older
    Stories

    Hello, There!

    Valine Yarangga

    An introverted night owl who enjoys writing, singing, calm surroundings, and a cup of hot tea in the morning.

    More About Me

    • facebook
    • twitter
    • instagram

    Labels

    personal Ayo Jalan! review beauty talk Jajan Asik cerita di kantor cerpen

    recent posts

    Blog Archive

    • Februari 2023 (1)
    • Oktober 2021 (1)
    • Oktober 2020 (1)
    • Agustus 2020 (1)
    • April 2020 (1)
    • Maret 2020 (2)
    • Januari 2020 (1)
    • Desember 2019 (3)
    • September 2019 (1)
    • Mei 2019 (1)
    • Maret 2019 (1)
    • Februari 2019 (2)
    • Januari 2019 (2)
    • November 2018 (3)
    • Oktober 2018 (2)
    • September 2018 (1)
    • Agustus 2018 (1)
    • Juli 2018 (5)
    • Mei 2018 (1)
    • April 2018 (1)
    • Maret 2018 (5)
    • Februari 2018 (1)
    • Januari 2018 (1)
    • Desember 2017 (3)
    • November 2017 (2)
    • September 2017 (3)
    • Juli 2017 (1)
    • Mei 2017 (2)
    • April 2017 (2)
    • Maret 2017 (2)
    • Februari 2017 (1)
    • Januari 2017 (2)
    • Agustus 2016 (2)
    • Mei 2016 (2)
    • April 2016 (1)
    • Februari 2016 (1)
    • Januari 2016 (3)
    • Oktober 2015 (2)
    • September 2015 (1)
    • Juli 2015 (1)
    • Juni 2015 (2)
    • Mei 2015 (2)
    • Maret 2015 (1)
    • Oktober 2014 (2)
    • Juli 2014 (3)

    Statistic

    Created with by BeautyTemplates | Distributed By Gooyaabi Templates

    Back to top