Diberdayakan oleh Blogger.

An Owl in A Past Life

    • Beauty Talk
    • Ayo Jalan
    • Personal
    • Jajan Asik
    • Review
    Jam 4 sampai 5 sore itu adalah jam rawan laper buat pekerja kantoran. Setuju?

    Makanya nggak heran kalau di jam segitu pekerja kantoran disibukkan oleh kegiatan mencari cemilan, entah kabur sebentar ke minimarket terdekat, atau ke babang somay, babang nasi goreng, babang gorengan, dan babang-babang penyelamat hati kelaparan lainnya. Solusi yang paling gampang tentu aja pesen online. Bersyukur deh sekarang apa-apa bisa di-online-in, mulai dari belanja baju, sampai beli makanan.

    Kabur ke tangga darurat buat nyemil pizza. Tangga darurat kantorku kece ya? <3

    Nah, di kantor gue, biasanya ada beberapa makanan yang sering kita pesan online atau beli langsung buat mengganjal perut di jam-jam rawan. Apa aja? Ini dia lima cemilan favorit di kantor versi gue (dan temen-temen satu tim). Tapi fast food nggak akan gue masukin di list ini, ya. Soalnya kalau gue masukin, isinya akan burger McD, bento KFC, Domino Pizza, dan sebagainya. Hahaha...


    #1 Makaroni Ngehe
    Di balik namanya yang nyeleneh, ternyata banyak yang suka sama makaroni ini, lho. Soalnya, makaroni mereka nggak cuma enak, tapi juga murmer! Selain makaroni, mereka juga punya varian lain, yaitu mie, bihun, dan otak-otak. Level kepedesannya juga bisa dipilih dan nama levelnya lucu-lucu. Misalnya, level 2 alias pedes sedikit itu dikasih nama "Dicuekin Pak Zainal", terus level 5 alias pedes banget itu dikasih nama "Pitnah Bu Lilis".

    Kalau gue cuma bisa dicuekin Pak Zainal aja deh, nggak sanggup rasanya kalau harus kena pitnah Bu Lilis.

    #2 French Fries 2000
    Tau snack ini, nggak? Itu, lho, kentang goreng kemasan dari Siantar Top yang dilengkapi saus di dalam kemasannya. Snack ini jadi salah satu cemilan favorit gue di kantor. Uniknya, yang bikin enak cemilan ini sebenernya bukan kentangnya, tapi justru sausnya.

    #3 Ovaltine Macchiato dari KOI
    Ovaltine Macchiato-nya KOI emang bukan makanan, tapi minuman yang mengenyangkan dan menyenangkan (tsaaah...). Makanya minuman ini cocok dijadiin 'cemilan' sore hari.

    Awalnya kenal KOI itu karena direkomendasiin salah seorang temen kantor dan ternyata beneran enak. Sayang aja di Depok belum ada KOI. Kalau ada, mungkin bisa tiap minggu gue apelin.

    #4 Pisang Goreng Madu Bu Nanik
    Buat penyuka pisang, cemilan ini udah pasti jadi favorit gue. Nggak cuma enak, tapi harganya juga murah meriah, bok. Lima ribu aja. Selain pisang goreng madu, gue juga pernah nyobain ubi goreng madunya yang sama enaknya.

    Kalau elo bosen dengan gorengan bermadu (apaan sih, Lin), mereka juga punya beberapa menu lain, salah satunya risoles spaghetti. Gue belum pernah nyobain, sih. Tapi menurut pengakuan temen gue, rasa risoles spaghetti-nya endeussss.

    #5 Kebab Monster
    Nah, ini dia salah satu cemilan yang sering bikin galau. Kenapa? Karena setiap kali diajakin beli kebab ini, hatiku mau sekali tapi perutku tak sanggup menampung porsinya yang besar. Serius, guys. Ukuran Kebab Monster tuh cukup besar buat gue dan temen-temen. Hi, Kebab Monster... kalian nggak mau bikin Kebab Anak Monster yang porsinya lebih sedikit, ya? Huhuhu.

    Kalau kalian penyuka kebab, kayaknya Kebab Monster harus banget dicobain. Pilihan topping-nya banyak, diantaranya crispy chicken, beef, telur, keju, dan makaroni. Terus yang lebih penting... mereka nggak pelit ngasih topping. Mantep, nggak?

    Selain lima cemilan di atas, sebenernya ada beberapa calon makanan/ minuman yang kayaknya akan sering gue & teman-teman kantor pesan, seperti es kopi susu tetangga dari Tuku dan chicken wings dari Wingstop (eh ini termasuk fast food, ya? Haha).

    Kalau kalian sukanya ngemil apa di kantor? Share ke gue dong biar punya alternatif cemilan lain kala bosan melanda. :D
    Continue Reading
    Gue masih ingat rasanya pertama kali bekerja di kantor gue yang sekarang. Sebagai mantan jurnalis televisi dan copywriter di media cetak, tentu aja bekerja di dunia digital adalah hal yang baru buat gue. Kayak belajar dari awal banget, deh.

    Karena gue bekerja di e-commerce perhiasan pertama di Indonesia, tentu aja yang gue pelajarin bukan cuma sekedar apa itu SEO, gimana baca Facebook insight, atau membuat content marketing yang efektif. Ada hal yang harus gue pelajari mati-matian, yaitu dunia perhiasan.

    Ceritanya lagi support event kantor. Loyal banget, nggak? Boss, naik gaji dong, Boss :D

    Percaya deh, perhiasan tuh nggak cuma sekedar masalah kadar emas atau mahalnya harga berlian. It's waaaay more than that! Selama beberapa bulan pertama, gue harus baca tentang seluk beluk perhiasan, batu berlian, batu permata dan sebagainya dengan sumber yang kebanyakan dalam bahasa Inggris. Tentu aja gue harus mencari sendiri sumber-sumber tersebut.

    Sekarang, udah kebayang belum babak belurnya gue saat menulis edukasi berlian atau artikel mengenai perhiasan untuk website kantor gue?

    Makanya, saat satu tahun yang lalu tiba-tiba muncul toko perhiasan online lain (sebut saja V) yang menjiplak semua konten di website kantor gue, hatiku rasanya kayak diparut! Pedih, Bu, pedih. Hasil kerja keras dua tahun tiba-tiba dijiplak seenak jidat aja gitu.

    Bukan cuma kontennya aja, tapi dari desainnya pun ditiru habis-habisan! *tepuk tangan, lalu menangis di pelukan (poster) Song Joong Ki*

    Bukan cuma gue aja yang panas saat itu, belasan orang yang ikut membangun website kantor ikut gerah dan heran. Kok ada sih orang yang segitu nggak tahu malunya menjiplak hasil kerja orang habis-habisan?

    ADA, LIN! *tunjuk V&...*

    Kita sempat menghubungi agency yang membuat website plagiat tersebut, tapi dari mereka nggak ada niat baik.

    Akhirnya kita memilih untuk nggak ambil pusing. Sampai sekarang, mereka masih terus mencontek apa yang kita kerjakan. Dari style foto Instagram, sampai font yang dipakai untuk promo banner.

    Setahun berlalu dan e-commerce perhiasan pun mulai bermunculan. Lagi-lagi, konten dan desain web kantor gue dijiplak oleh salah satu brand perhiasan offline yang mulai merambah ke dunia digital.

    Kali ini gue cuma bisa ketawa. Sedih sih, tapi sedikit.

    Kenapa?

    Karena gue justru bangga. Ketika karya kita dijiplak olah beberapa orang, itu berarti kita ada di depan mereka. Makanya yang mereka lihat hanya kita. Wajar, kan, kalau gue dan teman-teman gue boleh berbangga hati? Ge-eran banget nggak anaknya? Haha.

    Tapi...

    Kalo gue jadi mereka, gue nggak akan jiplak sepenuhnya. Modifikasi sedikitlah, Cyin! Kasih bumbu dikit gitu biar makin lezat rasanya. :D



    Continue Reading
    Newer
    Stories
    Older
    Stories

    Hello, There!

    Valine Yarangga

    An introverted night owl who enjoys writing, singing, calm surroundings, and a cup of hot tea in the morning.

    More About Me

    • facebook
    • twitter
    • instagram

    Labels

    personal Ayo Jalan! review beauty talk Jajan Asik cerita di kantor cerpen

    recent posts

    Blog Archive

    • Februari 2023 (1)
    • Oktober 2021 (1)
    • Oktober 2020 (1)
    • Agustus 2020 (1)
    • April 2020 (1)
    • Maret 2020 (2)
    • Januari 2020 (1)
    • Desember 2019 (3)
    • September 2019 (1)
    • Mei 2019 (1)
    • Maret 2019 (1)
    • Februari 2019 (2)
    • Januari 2019 (2)
    • November 2018 (3)
    • Oktober 2018 (2)
    • September 2018 (1)
    • Agustus 2018 (1)
    • Juli 2018 (5)
    • Mei 2018 (1)
    • April 2018 (1)
    • Maret 2018 (5)
    • Februari 2018 (1)
    • Januari 2018 (1)
    • Desember 2017 (3)
    • November 2017 (2)
    • September 2017 (3)
    • Juli 2017 (1)
    • Mei 2017 (2)
    • April 2017 (2)
    • Maret 2017 (2)
    • Februari 2017 (1)
    • Januari 2017 (2)
    • Agustus 2016 (2)
    • Mei 2016 (2)
    • April 2016 (1)
    • Februari 2016 (1)
    • Januari 2016 (3)
    • Oktober 2015 (2)
    • September 2015 (1)
    • Juli 2015 (1)
    • Juni 2015 (2)
    • Mei 2015 (2)
    • Maret 2015 (1)
    • Oktober 2014 (2)
    • Juli 2014 (3)

    Statistic

    Created with by BeautyTemplates | Distributed By Gooyaabi Templates

    Back to top