Diberdayakan oleh Blogger.

An Owl in A Past Life

    • Beauty Talk
    • Ayo Jalan
    • Personal
    • Jajan Asik
    • Review
    Siang itu, di tengah rutinitas yang kadang membuat gue bosan (tapi gue cinta juga), tiba-tiba ada satu notifikasi di WhatsApp gue. Pesannya dari seseorang yang bahkan sudah lama tidak berkomunikasi dengan gue. Isinya kurang lebih kayak gini:

    "Mba valine boleh bilang lagi selama 6 tahun kerja dpt atasan cewek lagi br beberapa bulan ini. Dan mba valine tetap memegang posisi yg terbaik."



    Ada jeda beberapa detik sebelum gue kembali mengambil nafas. Mata gue rasanya panas. Jadilah gue selama beberapa menit mati-matian nahan air mata yang nyariiis keluar. Seumur-umur, gue nggak pernah menyangka akan mendapat apresiasi segini besarnya. Pun, di satu sisi gue merasa bahwa gue tidak melakukan hal sebesar itu.

    Gue ingat-ingat lagi. Saat bekerja bareng dia, usia gue masih 27 tahun. Ilmu gue belum seberapa. Secara kepribadian, gue pun belum cukup dewasa. Maka yang bisa gue tawarkan ke tim gue saat itu adalah menjadi teman diskusi. Kami belajar bersama, dan gue harap kami tumbuh bersama.

    Sungguh, bukanlah maksud gue menyombongkan ini. Hanya saja, pesan singkat di siang itu benar-benar membuat gue tersentuh, tepat di saat gue lagi-lagi meragukan diri gue. Kata orang, kita enggak boleh larut dalam pujian karena itu bisa menjadi awal keterpurukan.

    Tapi, tenang. Pesan singkat itu akan gue jadikan pengingat untuk bekerja sebaik mungkin, seikhlas mungkin. Sepertinya memang benar apa kata buku NKCTHI, "semua yang dikerjakan sepenuh hati pasti sampai ke hati lain".



    Continue Reading
    Permisi~ Assalamualaikum! *nongol dari balik pintu*

    Sudah lama banget nggak ngunjungin blog ini, ya. Rasanya hidup ada yang kurang, tapi lagi-lagi gue cuma bisa kasih alasan klasik atas menghilangnya gue selama ini: sibuk sama kerjaan.

    Kerjaan apa? Nulis. Gue pastikan gue enggak akan jauh-jauh dari kerjaan ini seumur hidup gue. :)



    Iya, secinta itu gue sama menulis. Sampai-sampai, gue enggak tahu mau ngapain kalau enggak menulis. Bahkan, meski gue juga suka musik, gue tidak pernah berpikir untuk menjadikan hobi yang satu itu sebagai sumber penghasilan utama.

    Gue tidak bisa terlalu lama berada di bawah spotlight. Mental gue pun tidak cukup tangguh untuk berlama-lama berinteraksi dengan banyak orang. Mungkin, inilah bukti karakter introver gue yang entah kenapa diragukan beberapa orang akhir-akhir ini. Haha.

    Jadi, gue akan selalu kembali menulis. Meski kalau lagi mentok alias terserang writer's block, gue sering mempertanyakan kenapa gue menekuni bidang ini. But again, I love writing. Secinta itu.

    Nah, saat lagi nulis, bagi gue penting banget buat membangun mood. Gue harus merasa rileks dan nyaman, sehingga isi kepala bisa tercurahkan dengan maksimal. Selama ini, cara gue membangun mood adalah dengan mendengarkan musik. Makanya, kalau kelupaan bawa headset ke kantor, bisa dipastikan gue tidak akan terlalu lancar menulis di hari tersebut.

    Meski ujung-ujungnya target tulisan gue tercapai, namun gue biasanya tidak bisa menghasilkan tulisan yang memuaskan (setidaknya menurut gue). Terlebih, saat elo lepas headset di kantor, itu berarti elo mengirim kode ke orang-orang bahwa elo bebas diajak ngobrol.

    Enggak pakai headset = panggil saja aku kapan pun kamu mau meski aku terlihat sedang sibuk.

    Intinya, bawa headset ke kantor itu wajib hukumnya.

    Nah, balik lagi. Di tahun 2017, gue buat playlist di Spotify yang berisi kumpulan lagu asik versi gue buat nemenin nulis. Sejak pertama kali dibuat, gue jarang sekali memperbarui list lagu di playlist tersebut. Kayaknya gue hanya menambahkan kurang dari lima lagu ke dalam playlist tersebut.

    Jadi, bisa dibilang, selama tiga tahun terakhir, gue hampir mendengarkan lagu yang itu-itu aja saat menulis.

    Di dalam playlist yang selalu gue putar berulang kali saat menulis tersebut, ada lima lagu favorit gue yang dibawakan oleh musisi lokal. Mau tau, gak? Nih, gue share. Siapa tahu kita satu frekuensi, kan?

    Soon Finland by Heidi (The Girl with The Hair)

    Sejujurnya, gue lupa dari mana gue tau lagu ini. Yang jelas, pertama kali gue mendengarkan lagu ini, gue langsung suka.

    Mungkin karena melodi lagunya enak. Bisa juga karena suara penyanyinya bagus. Bisa juga karena liriknya begitu sederhana, namun manis sekali. Atau, karena gue ingin sekali mencoba tinggal di Finlandia. Bukan dalam waktu lama, setidaknya gue hidup selama enam bulan di sana. Bantu aminin dong? :D


    Memulai Kembali by Monita Tahalea

    Suaranya Monita Tahalea tuh adem banget! Setuju? Itulah kenapa, lagu-lagu dia selalu cocok menjadi teman menulis. Lagunya enggak berisik dan bikin tenang.

    Salah satu lagu Monita Tahalea yang jadi favorit gue adalah Memulai Kembali. Bahkan, di Spotify 2019 Wrapped, Memulai Kembali jadi lagu yang paling sering gue putar, lho. Menurut gue, lagu ini bukan cuma musiknya aja yang menenangkan, liriknya juga cantik.


    Forget Jakarta by Adhitia Sofyan

    Kalau elo coba dengerin dari lagu pertama yang gue berikan, pasti sadar deh tipikal lagu favorit gue buat nemenin nulis itu yang akustikan. Termasuk lagu Forget Jakarta dari Adhitia Sofyan ini, nih. Enggak musiknya, enggak liriknya, enggak suara masnya... semua bikin tenang.

    Sebenarnya, lagu ini enggak cuma gue dengarkan saat menulis aja, tapi juga saat di dalam kereta. Apalagi saat naik kereta pagi yang super penuh dan habis ketemu mbak-mbak galak, rasanya ingin langsung nyanyi, "I forget Jakarta. Leaving all the lunacy behind."





    I Love You but I'm Letting Go by Pamungkas

    Masih inget kan kalau gue cuma menambahkan kurang dari lima lagu di playlist gue? Nah, lagu Pamungkas ini salah satunya. Sama kayak lagunya Heidi, gue pun langsung suka saat pertama kali ngedengerin lagu ini.

    Ambyar banget, sih, lagu ini. Apalagi kalau didengerin pas lagi enggak ngapa-ngapain. Tiba-tiba gloomy aja gitu suasana hati gue. Apalagi, gue kan anaknya agak kelebihan emosi, ya. Semakin jadi, deh.

    Anehnya, lagu ini juga asik didengerin saat lagi nulis. Saat ngedengerin lagu ini pas lagi nulis, gue enggak merasa ambyar atau sedih, tapi jadi lebih rileks aja. Mungkin karena emang lagunya enak kali, ya. Didengerin pas lagi ngerjain apa pun jadinya tetep enak.


    Fine Today by Ardhito Pramono

    Awalnya, gue tau Ardhito Pramono karena dia kolaborasi sama Mocca. Saat itu, dia dan Mocca membawakan salah satu lagunya yang berjudul The Bitterlove. Begitu gue dengerin, kok enak, ya?

    Nggak lama, film NKCTHI keluar. Walau gue enggak terlalu suka sama filmnya, tapi salah satu soundtracknya yang berjudul Fine Today ternyata nyangkut di telinga gue. Begitu gue cari tahu, ternyata yang nyanyi Ardhito. Sejak itu, resmilah sudah lagu ini jadi teman nulis gue.

    Eh, enggak cuma The Bitterlove dan Fine Today, lagu-lagu Ardhito yang lain juga asik-asik banget. Kemarin, gue akhirnya menyempatkan diri buat melihat video klip lagu-lagunya Ardhito. Sebagian besar dikemas sederhana, tapi jadi menarik karena Ardhito jago berekspresi alias akting. Dasar Kale!




    ***

    Itu dia lima lagu favorit gue buat nemenin nulis. Kenapa gue enggak masukin Mocca padahal gue segitu sukanya sama mereka? Sederhana aja. Kalau dengerin musik mereka gue langsung ikutan nyanyi saking menikmatinya. Ujung-ujungnya enggak jadi nulis. Haha.

    Punya rekomendasi lagu yang asik buat nemenin nulis? Gue happy banget kalau kalian mau share di kolom komentar. :D


    Continue Reading
    Newer
    Stories
    Older
    Stories

    Hello, There!

    Valine Yarangga

    An introverted night owl who enjoys writing, singing, calm surroundings, and a cup of hot tea in the morning.

    More About Me

    • facebook
    • twitter
    • instagram

    Labels

    personal Ayo Jalan! review beauty talk Jajan Asik cerita di kantor cerpen

    recent posts

    Blog Archive

    • Februari 2023 (1)
    • Oktober 2021 (1)
    • Oktober 2020 (1)
    • Agustus 2020 (1)
    • April 2020 (1)
    • Maret 2020 (2)
    • Januari 2020 (1)
    • Desember 2019 (3)
    • September 2019 (1)
    • Mei 2019 (1)
    • Maret 2019 (1)
    • Februari 2019 (2)
    • Januari 2019 (2)
    • November 2018 (3)
    • Oktober 2018 (2)
    • September 2018 (1)
    • Agustus 2018 (1)
    • Juli 2018 (5)
    • Mei 2018 (1)
    • April 2018 (1)
    • Maret 2018 (5)
    • Februari 2018 (1)
    • Januari 2018 (1)
    • Desember 2017 (3)
    • November 2017 (2)
    • September 2017 (3)
    • Juli 2017 (1)
    • Mei 2017 (2)
    • April 2017 (2)
    • Maret 2017 (2)
    • Februari 2017 (1)
    • Januari 2017 (2)
    • Agustus 2016 (2)
    • Mei 2016 (2)
    • April 2016 (1)
    • Februari 2016 (1)
    • Januari 2016 (3)
    • Oktober 2015 (2)
    • September 2015 (1)
    • Juli 2015 (1)
    • Juni 2015 (2)
    • Mei 2015 (2)
    • Maret 2015 (1)
    • Oktober 2014 (2)
    • Juli 2014 (3)

    Statistic

    Created with by BeautyTemplates | Distributed By Gooyaabi Templates

    Back to top