Diberdayakan oleh Blogger.

An Owl in A Past Life

    • Beauty Talk
    • Ayo Jalan
    • Personal
    • Jajan Asik
    • Review
    Gue pernah ada pada masa "work hard, shop hard". Rajin bekerja, rajin pula gue menghabiskannya buat hura-hura. Terkadang, dalam satu bulan gue bisa lebih besar pasak dari pada tiang. Kalau Ligwina Hananto kenal sama gue saat itu, mungkin gue udah ditatar abis-abisan sama dia.

    Intinya, manajemen keuangan gue saat itu kacau balau. Tenggelamkan saja kapal saya, Jendral!

    Nah, setelah pindah kantor tiga tahunan lalu, gue bertemu dengan rekan kerja yang bergaya hidup frugal dan gemar menabung. Lingkungan memang benar-benar bisa membentuk karakter seseorang ternyata. Perlahan, gue mulai terbawa dengan kebiasaan tersebut. Nggak langsung berbalik 180 derajat, sih. Pelan-pelan, tapi pasti.

    Semua dimulai dari rasa malu saat mereka ngomongin masalah nabung dan investasi. Sementara, gue justru investasi lemak dan kantong mata karena kebanyakan jajan di luar atau nongkrong di kafe sampai dini hari.

    Sekarang masih tetep suka nongkrong, sih, tapi nggak sesering dulu. Mungkin karena mulai terbiasa pulang kerja langsung ke rumah atau karena sudah mulai letih dengan hiruk pikuk jalanan. Ditambah lagi, kalau lagi capek sisi introvert gue langsung meledak-ledak dan gue jadi malas ketemu orang-orang kalau sudah begitu.

    Perbedaan yang paling terasa nyata adalah gue mulai sadar dan berusaha untuk nabung. Mulai dari misahin uang di rekening berbeda, ikut arisan, nyelengin uang koin, sampai *jeng jeng* investasi.

    Sebagai investor pemula, gue pilih yang paling gampang dan nggak terlalu beresiko. Namanya juga 'anak baru' kan, masih takut-takut dan parno-an. Soalnya, kalau salah pilih alat investasi, yang ada bukannya untung, malah buntung! Makanya untuk orang kayak gue, investasi emas batangan atau logam mulia itu udah paling aman.

    Selain itu, gue juga punya alasan lain kenapa memilih investasi emas. Berikut alasannya:

    - Investasi emas itu sifatnya likuid. Maksudnya, mudah diperjualbelikan. Jadi, kalau tiba-tiba gue butuh dana darurat, gue bisa dengan mudah menjual atau menggadaikan logam mulia tersebut. Nggak cuma itu, gue juga bisa menjual emas di banyak tempat, mulai dari kantor cabang Antam, pegadaian, atau di toko perhiasan online ORORI.

    - Harga emas setiap tahunnya cenderung naik. Walaupun harga emas itu setiap harinya naik turun alias fluktuatif, tapi dari pengamatan gue -yang nggak segitu ngamatinnya- harga emas dari tahun ke tahun itu ujung-ujungnya bakal naik. Beda halnya dengan deposito. Menurut data yang gue baca, dalam 5 tahun terakhir nilai rupiah turun 42% (cmiiw), sementara tiap tahun nasabah biasanya mendapatkan bunga deposito sekitar 5% saja. Wew. 

    Makanya, investasi emas ini menurut gue bagus untuk menangkal inflasi dan menjaga nilai kekayaan yang kita punya. Berdasarkan data di atas, kalau menabung 10 juta dalam bentuk uang hari ini, maka bisa jadi nilainya saat lima tahun mendatang hanya sekitar 6 jutaan. Sementara, kalau menabung 10 juta dalam bentuk emas, maka lima tahun mendatang nilainya kemungkinan akan tetap sama.

    - Investasi emas itu nggak butuh modal banyak. Beda dengan deposito yang mengharuskan kita menyetor uang mulai dari 5 jutaan di awal, investasi emas justru bisa dimulai dengan modal 600ribuan aja untuk 1 gram emas batangan. Investasi emas bikin tabungan bulanan jadi nggak terasa segitu beratnya. *elus kartu ATM*

    Ditambah lagi, ya, baru-baru ini gue nyobain aplikasi e-mas untuk beli emas online. Ternyata, di aplikasi ini gue bisa beli emas mulai dari Rp10.000-an aja. Bayangin, dengan biaya nongkrong di kafe, yaitu sekitar Rp150.000-an, gue udah bisa beliin emas sekitar 0,3 gram. Saking bisa dibeli dengan uang sekecil itu, beli emas berasa kayak lagi jajan.

    x: Mau jajan, ah...
    y: Jajan apa?
    x: Jajan emas *tebar recehan*

    Kumpulin koin 1000-an sampai 10 dan kita udah bisa beli emas

    Biarpun menguntungkan, sebenarnya masih ada hal yang nggak gue suka dari investasi emas, yaitu masalah keamanan saat menyimpannya. Seperti yang kita-kita tahu, ya, ukuran logam mulia 1 gram itu kecil banget. Paling cuma segede kuku! Benda sekecil itu pasti mudah banget keselip atau hilang. Padahal logam mulia 1 gram itu kecil-kecil cabe rawit. Biarpun kecil tapi nilainya besar. Pasti nyesek banget kan kalau sampai hilang? Belum lagi resiko dicuri orang. Duh, masalah penyimpanan ini pe-er banget. Apalagi kalau elo seperti gue yang suka teledor atau lupaan. Bawaannya was-was terus.

    Untuk orang seperti gue, pilihan terbaik demi kebahagiaan yang haqiqi ya pakai jasa simpan emas di pegadaian atau safe deposit box. Tapi, itu tentu aja butuh biaya lagi, walaupun di pegadaian biaya penyimpanan per tahunnya tergolong murah, sih.

    Karena itulah gue cukup happy begitu mengetahui aplikasi e-mas ini. Soalnya, emas yang gue beli di sana akan langsung disimpan secara digital di akun gue. Jadi, gue nggak perlu pusing masalah penyimpanan emas dan nggak perlu takut emas gue digondol kucing maling. Nantinya, gue bisa menjual emas gue langsung di aplikasinya atau menarik emas batangan Antam. Untuk penarikan emas batangan ini akan ada biaya tambahan untuk cetak sertifikat dan biaya pengiriman. 



    Aplikasi jual beli emas online ini pasti menimbulkan pro kontra, sih. Apalagi emas pengguna nggak langsung dikirim, tapi disimpan dulu dalam akun tiap pengguna. Gue pribadi merasa secure sejauh ini karena setiap kali top up emas, gue akan dikirimkan bukti transaksi melalui email dan sms. Bukti transaksi di email ini biasanya gue simpan buat jaga-jaga. Selain itu, gue juga merasa aman karena proses verifikasi mereka cukup detail. Misalnya, pengguna diharuskan mengisi data KTP dan rekening bank, serta mengunggah foto KTP, foto selfie bareng KTP, dan foto buku tabungan. Bahkan, ada formulir untuk mengisi data ahli waris segala!

    Nah, semua balik lagi ke pribadi masing-masing. Kalau merasa kurang aman, ya lebih baik mencari alternatif lain yang bikin nyaman. Tapi kalau gue, lebih suka berinvestasi emas sambil memanfaatkan kemudahan yang ada. Kalau bisa beli mulai dari nominal kecil sekaligus simpan emas gratisan, kenapa nggak? :D





    Continue Reading
    Mengatur keuangan itu sebenarnya cuma satu rahasianya: disiplin.

    Di awal-awal kerja gue 'hobi' banget jajan, beli ini-itu dan nggak mikirin nabung. Hasilnya? Tentu aja besar pasak dari pada tiang. Awalnya santai. Lama-lama ngerasa miris sendiri karena teman-teman sudah bisa beli barang impian atau pergi ke luar kota bahkan ke luar negeri, sementara gue cuma bisa diem di kamar ngeratapin gaji yang menguap gitu aja.

    Gue pun mulai googling, mencari cara mudah tapi jitu buat mengatur keuangan. Ada banyaaaak banget cara mengatur keuangan yang gue temukan. Dan nggak ada satu pun cara yang mudah karena semuanya butuh disiplin yang tinggi. Disiplin itu susah. Susah banget.

    Dari berbagai cara yang gue temukan, tiga cara inilah yang gue ambil dan berusaha gue lakukan saat ini:

    1. Rumus 4-3-2-1
    Rumus lengkapnya adalah:
    40% dari gaji dialokasikan untuk kebutuhan pokok seperti biaya makan, biaya transport, biaya listrik dan sebagainya. Pokoknya biaya yang pasti dikeluarkan dan nggak mungkin diutak-atik dalam sebulan.
    30% dari gaji dimasukkan ke tabungan. Ini yang sulit. Gue pun kadang suka ngutak-atik jatah 'nabung' ini. Hehehe...
    20% dibuat hura-hura, seperti nongkrong-ngongkrong lucu di cafe atau karaokean bareng temen-temen.
    10% untuk amal. Karena ada hak orang lain dalam gaji kita. :)

    2. Arisan
    Percaya atau nggak, arisan itu berguna banget buat orang yang suka males-malesan nabung kayak gue. Gue biasanya paling suka ngambil arisan pas urutan terakhir. Maksudnya sekalian nabung.

    3. Investasi
    Belum kepikiran untuk investasi? Nah, pas banget. Yuk mulai dipikirkan dari sekarang karena investasi itu berguna untuk kelangsungan hidup kita di masa depan. Investasi sendiri ada banyak bentuknya, mulai dari emas, tanah, saham, deposito, dan lain-lain.

    Gue pribadi lebih suka investasi emas batang atau gold bar karena menurut yang gue baca harga emas cenderung naik dan nggak mengalami inflasi. 

    Selain emas batang, gue juga lebih suka investasi perhiasan emas atau berlian. Emang sih, nilai jualnya akan turun. Tapi beli perhiasan emas tuh kayak "sekali dayung dua tiga pulau terlampaui". Nggak cuma buat investasi tapi perhiasan emas bisa bikin tampil elegan dan anggun dalam sekejap. Apalagi kalau perhiasannya seperti ini:
    image: www.orori.com

    Nah, itu dia tiga cara sukses mengatur keuangan ala gue. Sejauh ini sih lancar-lancar aja dan cukup membantu gue yang suka malas nabung ini. 
    Bagaimana dengan kamu?



    Continue Reading
    Older
    Stories

    Hello, There!

    Valine Yarangga

    An introverted night owl who enjoys writing, singing, calm surroundings, and a cup of hot tea in the morning.

    More About Me

    • facebook
    • twitter
    • instagram

    Labels

    personal Ayo Jalan! review beauty talk Jajan Asik cerita di kantor cerpen

    recent posts

    Blog Archive

    • Februari 2023 (1)
    • Oktober 2021 (1)
    • Oktober 2020 (1)
    • Agustus 2020 (1)
    • April 2020 (1)
    • Maret 2020 (2)
    • Januari 2020 (1)
    • Desember 2019 (3)
    • September 2019 (1)
    • Mei 2019 (1)
    • Maret 2019 (1)
    • Februari 2019 (2)
    • Januari 2019 (2)
    • November 2018 (3)
    • Oktober 2018 (2)
    • September 2018 (1)
    • Agustus 2018 (1)
    • Juli 2018 (5)
    • Mei 2018 (1)
    • April 2018 (1)
    • Maret 2018 (5)
    • Februari 2018 (1)
    • Januari 2018 (1)
    • Desember 2017 (3)
    • November 2017 (2)
    • September 2017 (3)
    • Juli 2017 (1)
    • Mei 2017 (2)
    • April 2017 (2)
    • Maret 2017 (2)
    • Februari 2017 (1)
    • Januari 2017 (2)
    • Agustus 2016 (2)
    • Mei 2016 (2)
    • April 2016 (1)
    • Februari 2016 (1)
    • Januari 2016 (3)
    • Oktober 2015 (2)
    • September 2015 (1)
    • Juli 2015 (1)
    • Juni 2015 (2)
    • Mei 2015 (2)
    • Maret 2015 (1)
    • Oktober 2014 (2)
    • Juli 2014 (3)

    Statistic

    Created with by BeautyTemplates | Distributed By Gooyaabi Templates

    Back to top