Diberdayakan oleh Blogger.

An Owl in A Past Life

    • Beauty Talk
    • Ayo Jalan
    • Personal
    • Jajan Asik
    • Review
    Prolog
    Sepertinya gue emang nggak bakat (alias terlalu malas) untuk nulis artikel bersambung. Jadi, setelah tertunda dua bulan lamanya, ini dia kelanjutan cerita gue di Karimunjawa Agustus lalu. Baca part 1-nya di sini.


    Day 3 at Karimunjawa
    "Kita bisa pulang nggak, ya?". Itu pertanyaan yang terulang terus sejak semalam. Kenapa? Karena kami mendapat kabar dari penduduk lokal kalau gelombang air laut sedang tinggi sehingga tidak ada kapal yang beroperasi.

    Pagi ini seharusnya kami sudah kembali ke Jakarta. Dengan perasaan penuh harap, pagi ini kami sarapan bersama sembari menunggu kabar dari tour guide. Siapa tahu siang ini kita bisa menyebrang dan mengejar kereta ke Jakarta yang akan berangkat di malam hari. Sekitar pukul 08.00 pagi, kami pun menelepon tour guide kami yang ramah itu. Dan ternyata... sudah ketuk palu sodara-sodaraaa...! Hari ini kapal beneran nggak diizinkan berangkat.

    Jadi, pagi itu kami pun disibukkan dengan memilih destinasi wisata selanjutnya. Ada yang mau wisata darat, ada yang mau wisata laut. Karena kami bertujuh, jadi keputusan harus dibuat seadil mungkin biar nggak bete-betean. Dan keputusan jatuh kepada... wisata darat.

    Emang ada wisata darat yang asik di Karimunjawa?

    Ada kok, guys. Mayan buat cuci-cuci mata, walaupun to be honest nggak sekece wisata lautnya. Tapi, daripada you bengong aja di penginapan, mending keliling-keliling, kan?

    So, di Karimunjawa ternyata ada wisata mangrove yang instagenic. Pas banget deh buat foto-foto cantik.

    Wisata Mangrove sembari ditemani desiran air laut

    Setelah mengitari area mangrove itu, kami pun melanjutkan perjalanan ke bukit love. Kenapa dinamakan bukit love? Bukan, bukan karena bukit ini adalah latar dari cerita rakyat yang romantis. Bukit ini dinamakan bukit love karena... di pintu depan bukit ini ada tulisan LOVE. 

    Jujur aja, kita cuma foto-foto di depan bukit LOVE karena terlalu malas menanjak. Setelah foto-foto, perjalanan pun dilanjutkan ke Bukit Joko Tuo.

    Siap nanjak!
    Di perjalanan menuju ke atas bukit, kita akan melihat tulang belulang paus yang dulu pernah tersasar di area Karimunjawa.

    Ini dia tulang paus yang terdampar di Karimunjawa

    Begitu sampai di atas, kalian boleh berpuas hati karena pemandangan laut dari atas bukit bikin sejuk mata. Bukit Joko Tuo bisa dibilang adalah tempat yang pas untuk melihat sunset selama di Karimunjawa. Tapi karena kita sampai di bukit ini sekitar pukul 4 sore, which is masih lama untuk menunggu matahari terbenam, kami pun memutuskan untuk balik sebentar ke penginapan dan menghabiskan sunset di area dermaga.



    Lalu, apa yang kami lakukan di malam hari? Tentu aja makan lagi cumi crispy di alun-alun! 

    Day 4 at Karimunjawa
    Alam sepertinya belum mau berdamai. Gelombang masih tinggi dan kami pun terpaksa menunda kepulangan. Memasuki hari ke-empat di Karimunjawa, kami dihadapkan dengan rasa bosan karena hanya stay di penginapan. Bukan karena tak ada lagi daerah wisata yang bisa dikunjungi, namun karena kami harus berhemat jika besok gelombang air laut tak juga surut.

    Maka hari itu kami isi dengan rujakan jambu air yang metik di pohon depan penginapan. Bener-bener slow life. Sore harinya, tour guide kami datang dan berkata bahwa gelombang laut sudah mulai tenang dan kemungkinan kapal bisa berangkat besok hari.

    Masalah satu selesai, masalah baru tiba. Karena tiket kereta kami hangus, maka kami pun harus mencari tiket kereta kembali. Namun sayang, tiket kereta ke Jakarta keesokan hari sudah habis dan lusa kami sudah harus kembali bekerja.

    Awalnya kami ingin menaiki bus dari Jepara, namun bus baru ada di malam hari. Kami pun menanyakan penyewaan mobil ke tour guide dan alhamdulillah si bapak punya kenalan sewa mobil. Setelah nego beberapa kali, akhirnya kami menyewa Elf dari Jepara - Jakarta seharga 3,2 juta.

    Ya, semua demi masuk kerja lusa....

    Day 5 at Karimunjawa
    Jam 3 pagi kami sudah bangun dan bersiap untuk kembali ke Jakarta. Jam 4 pagi tour guide kami menjemput dan kami pun diantar menuju pelabuhan. Dari berita yang kami baca di media online, ada sekitar 900 turis yang terdampar di Karimunjawa, bersama kami. Namun pagi itu hanya sekitar 200 orang yang bisa menyebrang, termasuk kami.

    Beruntunglah kami karena menggunakan jasa travel sehingga mendapat jatah tempat untuk penyebrangan pertama ini. Kabarnya, hanya kapal express saja yang bisa menyebrang, sementara kapal besar seperti Siginja belum mendapat izin berangkat.

    Begitu sampai di pelabuhan Kartini, Jepara kami langsung menghubungi bapak sewa Elf yang sudah janjian di malam sebelumnya. Biaya sewa elf yang lumayan mahal mendadak terasa lebih ringan karena kondisi Elf yang masih bagus dan luas. Ditambah lagi, ada dua orang penumpang dadakan yang ingin pulang ke Jakarta dan kehabisan tiket kereta juga. Makin sedikit deh patungannya. :D

    Bagi gue, perjalanan ke Karimunjawa adalah one of my most unforgettable trip karena akhirnya gue berhasil mengalahkan ketakutan gue dengan air dan tentu saja merasakan terdampar di pulau selama dua hari. Dari liburan ini gue juga jadi menyadari bahwa bawa uang cadangan selama traveling itu penting!

    Tips liburan ke Karimunjawa
    1. Persiapkan mental dan dana untuk extend liburan. Gelombang air laut bisa tinggi sewaktu-waktu dan penyebrangan bisa ditiadakan untuk waktu yang tidak pasti.
    2. Bawa sunblock! Liburan ke sini akan dipenuhi dengan snorkeling dan main-main di pantai.

    Continue Reading
    Ada berapa tempat yang ingin lo kunjungi sepanjang hidup lo? Gue punya banyak. Salah satu daftar tempat yang ingin gue kunjungi adalah Karimunjawa. Dan ternyata gue tidak salah memasukkannya sebagai must-visit place before I die karena it's really -REALLY- beautiful. 

    Setelah gagal traveling ke sana akhir tahun 2014 lalu, akhirnya Agustus tahun ini gue berhasil menginjakkan kaki dan menikmati keindahan alam Karimunjawa bersama tujuh teman gue, enam perempuan dan satu laki-laki. Gue pribadi sebenernya lebih suka traveling bersama sedikit orang, tapi sesekali nggak apa-apa deh yah nyobain traveling ramean. Apalagi kali ini pakai jasa travel agent untuk mengurus perjalanan kami selama 3 hari 2 malam.

    Menunggu kapal Bahari Express sambil sarapan di Pelabuhan Kartini, Jepara



    Untuk menuju ke Karimunjawa, bisa dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari lewat darat disambung lewat laut maupun udara. Yap! Ada penerbangan menuju ke sana juga, lho. Tapi penerbangan tersebut hanya tersedia di hari tertentu aja.

    Perjalanan ke Karimunjawa dari Jakarta memakan waktu sekitar 15 jam dengan kereta api dan dilanjutkan dengan kapal ekspress. Jika kalian gampang mabuk laut, sangat disarankan untuk naik Bahari Express karena hanya memakan waktu sekitar 1,5 jam aja. Sedangkan Siginjai bisa memakan waktu hingga 6 jam.

    Day 1 at Karimunjawa
    Ini adalah pertama kalinya gue snorkeling and that's why I feel soooo excited... and scary at the same time. Kenapa? Karena gue punya rasa takut yang berlebihan dengan air. Rasa takut ini menjadi penghalang gue untuk menikmati keindahan alam bawah laut Indonesia. Jadi, tahun ini gue membuat satu resolusi: mengenyahkan rasa takut gue terhadap air. And I did it!

    Setibanya di penginapan, pihak travel hanya akan memberikan waktu beberapa jam saja untuk istirahat dan makan siang sebelum mulai snorkeling. Karena itu persiapkan stamina sebaik mungkin.

    Terus gimana rasanya snorkeling? Ternyata nggak semenyeramkan yang gue bayangkan. Bahkan, di kali pertama snorkeling ini gue sudah mencoba foto underwater, lho. Selain snorkeling di Menjangan Kecil, kita juga diajak menikmati sunset di Pantai Tanjung Gelam. Lalu malam harinya diisi dengan jalan-jalan di alun-alun yang kebetulan sangat dekat dengan penginapan kami.

    Sampai penginapan, istirahat dan makan siang sebentar, dan langsung snorkeling menuju Menjangan Kecil
    Sunset di Pantai Tanjung Gelam

    Day 2 at Karimunjawa
    Di hari kedua, kita sudah bersiap-siap sejak jam 8 pagi. Setelah berlatih snorkeling di hari pertama, kali ini gue lebih pede untuk snorkeling. Jujur aja gue lupa nama tempat kedua untuk snorkeling ini. Tapi asli... pemandangan bawah lautnya bagus banget. Bikin betah main di air lama-lama! Dan karena sebentar lagi 17 Agustusan, tour guide kami pun menawarkan untuk mengambil foto underwater dengan bendera Merah Putih.


    Lalu habis snorkeling ngapain? This is the best part, at least for me. Karena setelah snorkeling kita dibawa ke pantai Gosong Cemoro yang cantik banget. Beneran-bagus-banget.

    Karena airnya surut di siang hari, maka kapal harus berhenti jauh dari pulau dan kita harus nyebur ke laut dan berjalan menuju pantai. Tenang, tinggi air lautnya cuma sepinggang, kok.

    Little piece of heaven
    I was in paradiso

    Nggak sah ke pantai kalau belum foto loncat.
    And... nope. It's not Hippotopia album cover.
    View dari spot makan siang kita.

    Selagi kita foto-foto, travel agent kita mempersiapkan makan siang. Pantai, guitalele, ikan bakar... what a perrrr-fect combination! Setelah dari pantai Cemara Gosong, kita pun diajak snorkeling lagi ke Menjangan Besar. Karena udah cape, gue dan temen-temen pun cuma snorkeling sebentar dan lanjut santai-santai di kapal.

    Selesai snorkeling, kita pun diajak ke penangkaran hiu. Dengan membayar Rp25.000, kita udah bisa foto-foto bareng hiu mini. Jika kalian diajak tour guide ke sini, gue sarankan kalian foto aja sama hiu. Karena kalau kalian turun kapal, walaupun nggak foto, kalian akan tetap dikenakan Rp25.000. Rugi, yes? Hehe.

    Udah berani, banyak gaya
    Pardon our tired faces
    Hari kedua di Karimunjawa ditutup dengan jajan cumi bakar dan kerang yang murah meriah tapi enak di alun-alun. Lalu, apa kegiatan kami di hari ketiga? Trust me... kalian pasti nggak mau mengalami apa yang terjadi pada kami di hari berikutnya. Jadi, tunggu cerita gue dan teman-teman di post selanjutnya di sini.
    Continue Reading
    Older
    Stories

    Hello, There!

    Valine Yarangga

    An introverted night owl who enjoys writing, singing, calm surroundings, and a cup of hot tea in the morning.

    More About Me

    • facebook
    • twitter
    • instagram

    Labels

    personal Ayo Jalan! review beauty talk Jajan Asik cerita di kantor cerpen

    recent posts

    Blog Archive

    • Februari 2023 (1)
    • Oktober 2021 (1)
    • Oktober 2020 (1)
    • Agustus 2020 (1)
    • April 2020 (1)
    • Maret 2020 (2)
    • Januari 2020 (1)
    • Desember 2019 (3)
    • September 2019 (1)
    • Mei 2019 (1)
    • Maret 2019 (1)
    • Februari 2019 (2)
    • Januari 2019 (2)
    • November 2018 (3)
    • Oktober 2018 (2)
    • September 2018 (1)
    • Agustus 2018 (1)
    • Juli 2018 (5)
    • Mei 2018 (1)
    • April 2018 (1)
    • Maret 2018 (5)
    • Februari 2018 (1)
    • Januari 2018 (1)
    • Desember 2017 (3)
    • November 2017 (2)
    • September 2017 (3)
    • Juli 2017 (1)
    • Mei 2017 (2)
    • April 2017 (2)
    • Maret 2017 (2)
    • Februari 2017 (1)
    • Januari 2017 (2)
    • Agustus 2016 (2)
    • Mei 2016 (2)
    • April 2016 (1)
    • Februari 2016 (1)
    • Januari 2016 (3)
    • Oktober 2015 (2)
    • September 2015 (1)
    • Juli 2015 (1)
    • Juni 2015 (2)
    • Mei 2015 (2)
    • Maret 2015 (1)
    • Oktober 2014 (2)
    • Juli 2014 (3)

    Statistic

    Created with by BeautyTemplates | Distributed By Gooyaabi Templates

    Back to top