Diberdayakan oleh Blogger.

An Owl in A Past Life

    • Beauty Talk
    • Ayo Jalan
    • Personal
    • Jajan Asik
    • Review
    Mereka yang mengenal gue dengan dekat pasti tau banget kalo gue bermasalah dengan tidur. Gue sulit banget mengantuk di bawah jam 12. Atau, sekalinya gue tidur di bawah jam 12, gue akan terbangun beberapa jam sekali. Nggak heran, kalo dark circle betah banget nongkrong di bawah mata.  Ya walaupun lingkaran hitam ini genetik sih yah karena nyokap pun begini. Tapi kalo tidur gue berkualitas, setidaknya lingkaran hitam ini nggak setebel ini. Aku juga pengen cantik tanpa dark circle, Kak!



    E-ni-wai, balik lagi ke masalah tidur. Sejak awal tahun 2016 ini, kualitas tidur gue sempat membaik. Sebelum jam 12 gue sudah mulai mengantuk, bahkan sempat nggak kuat melek di atas jam 11. Luar biasa, kan?

    Tapi semua usaha tidur cepat runtuh ketika 2 minggu yang lalu gue mulai begadang dan naluri burung hantu pun balik lagi. Daaan... kembalinya kebiasaan tidur malam ini pun membuat segala macam hal nggak enak bermunculan, misalnya:

    #1 Susah Konsen
    Karena mengantuk, gue pun jadi sulit konsentrasi di tempat kerja. Buat bikin mata "on", gue pun jadi rajin mengonsumsi kopi-kopian. Efeknya? maag lebih sering kambuh dan jantung jadi deg-degan nggak jelas. Ih, ini karena sering minum kopi apa lagi naksir orang sih? 

    #2 Sakit Kepala
    Kurang tidur menyebabkan sakit kepala itu fakta ya sodara-sodara. Dalam dua minggu terakhir ini, gue udah beberapa kali sakit kepala di kantor dan itu bikin nggak produktif banget.

    #3 Emosional dan Cemas Berlebihan
    Jadi sensi, cepet kesel, dan bawaannya resah gelisah. Apa aja dikhawatirin. Semua dimasukkin hati. Iya, emang kurang tidur katanya bisa bikin stress sih.

    #4 Lingkaran Hitam Makin Cetar
    Pertolongan terakhir gue a.k.a concealer udah nggak ada artinya lagi. Gue pasrah ajalah untuk yang satu ini. :')

    Jadi, intinya kurang tidur bikin kegiatan sehari-hari terganggu itu bukan mitos, tapi fakta. Udah sih, intinya postingan kali ini sebenernya cuma mau curhat gue lagi susah tidur. Namanya juga lagi emosional kan, dikit-dikit bawaannya pengen curhat. #ehgimana

    Jadi gitu aja. Ayam udah berkokok, jam udah di angka empat. Waktunya burung hantu tidur. Ciao!


    Continue Reading
    Kalau ditanya apakah gue suka musik, pasti jawabannya iya. Tapi kalau ditanya jenis musik apa yang paling suka gue dengerin... nah, lho! Gue juga bingung. 

    Lha kok bingung?

    Ya, bingung. Selama enak didenger gue sih suka-suka aja. Ini jawaban yang selalu dibilang klise sama orang-orang nggak, sih? Haha. Tapi beneran deh... walaupun gue suka musik (who doesn't?), gue juga nggak segitu ngertinya sama berbagai genre musik. 

    Yang jelas gue suka sama musik yang adem, nggak berisik, tapi bisa bikin gue jadi pengen swing-swing ma body gitu. Dan gue nggak tau musik seperti itu disebutnya apa. Entah swing, entah folk, entah blues, entah popjazz, entah pop with a twist. Entahlaaaah....



    Yang jelas, kalo disuruh ngasih tau musisi, penyanyi, atau band mana yang nggak pernah bosen gue dengerin berkali-kali, gue punya jawabannya. Dan inilah mereka....

    MOCCA
    Yang kenal gue pasti tau kalau band indie asal Bandung ini favoritnya akoh banget, Kak. Musik-musiknya Mocca tuh pas banget di telinga gue. Pas di hati. Pas dimana-mana. Kalo gue diibaratkan botol, maka lagunya Mocca kayak tutup botol buat gue. PAS! 

    Gue dapat mencocokkan lagu-lagunya mereka dengan suasana hati saat ini (halah!). Kalo gue lagi mau yang sedikit bersemangat, gue bisa dengerin lagu You and Me Against The World atau Do What You Wanna Do. Kalau lagi nggak bersemangat, gue akan nge-boost mood dengan mendengarkan Happy atau Bundle of Joy. Dan kalau mau yang adem-adem, gue akan dengerin Somewhere in My Dreamland atau Butterflies in My Tummy. Lagu yang terakhir gue sebut itu lagu yang paling gue suka. Manisnya nggak kira-kira! 

    Butterflies in My Tummy
    Favourite lyric: everything! :P


    THE CORRS
    Tau kan band yang personilnya sodara-an ini? Generasi 90an pasti tau, dong! Walaupun nggak bisa dibilang fans-nya mereka, tapi gue suka banget lagu-lagu mereka dan suara Andrea sang Vokalis. Apalagi dengerin video versi unplugged-nya. Adem banget! Beberapa lagu yang mereka yang jadi favorit gue adalah Runaway, What Can I Do, No Frontier, dan All The Love in The World.

    Dan nggak cuma itu, mereka juga punya beberapa musik celtic yang bikin adem (lagi-lagi pakai kata adem :p) saat didengerin. Sebut aja Toss The Feathers dan Lough Erin Shore. Adeeeem, men, adeeeem. 

    Toss The Feathers


    THE BEATLES
    Yes! Siapa juga yang nggak tau band legendaris ini dan siapa juga yang nggak pernah dengerin musik mereka. Gue nggak tahu semua lagu-lagu mereka, tapi ada beberapa lagu mereka yang nggak pernah bosen gue dengerin, misalnya I Will, Blackbird, dan Let It Be. Tiga lagu itu sering banget gue dengerin di pagi hari, di kereta, saat mau berangkat kerja.

    Kenapa? Karena enak aja naik kereta sambil dengerin lagu mereka. :D

    I Will
    Favourite lyric: "Who knows how long I've loved you?"


    REGINA SPEKTOR
    Buat mereka yang nonton "The Chronicles of Narnia: Prince Caspian" mungkin ngeh dengan backsound di ending film. Yep, lagu yang manis-manis menohok itu berjudul The Call, dan yang menyanyikan tentu aja Regina Spektor. Beberapa tahun lalu, gue sempet kegilaan sama lagu ini. Beberapa minggu gue selalu puter lagu The Call ini berulang-ulang saat mau tidur. Sekarang? Nggak segila dulu, tapi lagu tersebut tetap jadi favorit gue.

    Gue suka lagunya Regina Spektor karena unik, beda, dan enak banget didenger. Misalnya kayak Raindrops, Laughing With, dan Small Town Moon. Mau yang lebih beda? Coba dengerin lagunya yang berjudul Music Box. Suka!

    The Call - 
    Favourite lyric: "No need to say goodbye"


    Mocca, The Corrs, The Beatles, dan Regina Spektor. Jadi, kalau 4 musisi itu ditarik garis lurus, menurut kalian genre musik gue apa, guys?  
    Continue Reading
    Prolog
    Sepertinya gue emang nggak bakat (alias terlalu malas) untuk nulis artikel bersambung. Jadi, setelah tertunda dua bulan lamanya, ini dia kelanjutan cerita gue di Karimunjawa Agustus lalu. Baca part 1-nya di sini.


    Day 3 at Karimunjawa
    "Kita bisa pulang nggak, ya?". Itu pertanyaan yang terulang terus sejak semalam. Kenapa? Karena kami mendapat kabar dari penduduk lokal kalau gelombang air laut sedang tinggi sehingga tidak ada kapal yang beroperasi.

    Pagi ini seharusnya kami sudah kembali ke Jakarta. Dengan perasaan penuh harap, pagi ini kami sarapan bersama sembari menunggu kabar dari tour guide. Siapa tahu siang ini kita bisa menyebrang dan mengejar kereta ke Jakarta yang akan berangkat di malam hari. Sekitar pukul 08.00 pagi, kami pun menelepon tour guide kami yang ramah itu. Dan ternyata... sudah ketuk palu sodara-sodaraaa...! Hari ini kapal beneran nggak diizinkan berangkat.

    Jadi, pagi itu kami pun disibukkan dengan memilih destinasi wisata selanjutnya. Ada yang mau wisata darat, ada yang mau wisata laut. Karena kami bertujuh, jadi keputusan harus dibuat seadil mungkin biar nggak bete-betean. Dan keputusan jatuh kepada... wisata darat.

    Emang ada wisata darat yang asik di Karimunjawa?

    Ada kok, guys. Mayan buat cuci-cuci mata, walaupun to be honest nggak sekece wisata lautnya. Tapi, daripada you bengong aja di penginapan, mending keliling-keliling, kan?

    So, di Karimunjawa ternyata ada wisata mangrove yang instagenic. Pas banget deh buat foto-foto cantik.

    Wisata Mangrove sembari ditemani desiran air laut

    Setelah mengitari area mangrove itu, kami pun melanjutkan perjalanan ke bukit love. Kenapa dinamakan bukit love? Bukan, bukan karena bukit ini adalah latar dari cerita rakyat yang romantis. Bukit ini dinamakan bukit love karena... di pintu depan bukit ini ada tulisan LOVE. 

    Jujur aja, kita cuma foto-foto di depan bukit LOVE karena terlalu malas menanjak. Setelah foto-foto, perjalanan pun dilanjutkan ke Bukit Joko Tuo.

    Siap nanjak!
    Di perjalanan menuju ke atas bukit, kita akan melihat tulang belulang paus yang dulu pernah tersasar di area Karimunjawa.

    Ini dia tulang paus yang terdampar di Karimunjawa

    Begitu sampai di atas, kalian boleh berpuas hati karena pemandangan laut dari atas bukit bikin sejuk mata. Bukit Joko Tuo bisa dibilang adalah tempat yang pas untuk melihat sunset selama di Karimunjawa. Tapi karena kita sampai di bukit ini sekitar pukul 4 sore, which is masih lama untuk menunggu matahari terbenam, kami pun memutuskan untuk balik sebentar ke penginapan dan menghabiskan sunset di area dermaga.



    Lalu, apa yang kami lakukan di malam hari? Tentu aja makan lagi cumi crispy di alun-alun! 

    Day 4 at Karimunjawa
    Alam sepertinya belum mau berdamai. Gelombang masih tinggi dan kami pun terpaksa menunda kepulangan. Memasuki hari ke-empat di Karimunjawa, kami dihadapkan dengan rasa bosan karena hanya stay di penginapan. Bukan karena tak ada lagi daerah wisata yang bisa dikunjungi, namun karena kami harus berhemat jika besok gelombang air laut tak juga surut.

    Maka hari itu kami isi dengan rujakan jambu air yang metik di pohon depan penginapan. Bener-bener slow life. Sore harinya, tour guide kami datang dan berkata bahwa gelombang laut sudah mulai tenang dan kemungkinan kapal bisa berangkat besok hari.

    Masalah satu selesai, masalah baru tiba. Karena tiket kereta kami hangus, maka kami pun harus mencari tiket kereta kembali. Namun sayang, tiket kereta ke Jakarta keesokan hari sudah habis dan lusa kami sudah harus kembali bekerja.

    Awalnya kami ingin menaiki bus dari Jepara, namun bus baru ada di malam hari. Kami pun menanyakan penyewaan mobil ke tour guide dan alhamdulillah si bapak punya kenalan sewa mobil. Setelah nego beberapa kali, akhirnya kami menyewa Elf dari Jepara - Jakarta seharga 3,2 juta.

    Ya, semua demi masuk kerja lusa....

    Day 5 at Karimunjawa
    Jam 3 pagi kami sudah bangun dan bersiap untuk kembali ke Jakarta. Jam 4 pagi tour guide kami menjemput dan kami pun diantar menuju pelabuhan. Dari berita yang kami baca di media online, ada sekitar 900 turis yang terdampar di Karimunjawa, bersama kami. Namun pagi itu hanya sekitar 200 orang yang bisa menyebrang, termasuk kami.

    Beruntunglah kami karena menggunakan jasa travel sehingga mendapat jatah tempat untuk penyebrangan pertama ini. Kabarnya, hanya kapal express saja yang bisa menyebrang, sementara kapal besar seperti Siginja belum mendapat izin berangkat.

    Begitu sampai di pelabuhan Kartini, Jepara kami langsung menghubungi bapak sewa Elf yang sudah janjian di malam sebelumnya. Biaya sewa elf yang lumayan mahal mendadak terasa lebih ringan karena kondisi Elf yang masih bagus dan luas. Ditambah lagi, ada dua orang penumpang dadakan yang ingin pulang ke Jakarta dan kehabisan tiket kereta juga. Makin sedikit deh patungannya. :D

    Bagi gue, perjalanan ke Karimunjawa adalah one of my most unforgettable trip karena akhirnya gue berhasil mengalahkan ketakutan gue dengan air dan tentu saja merasakan terdampar di pulau selama dua hari. Dari liburan ini gue juga jadi menyadari bahwa bawa uang cadangan selama traveling itu penting!

    Tips liburan ke Karimunjawa
    1. Persiapkan mental dan dana untuk extend liburan. Gelombang air laut bisa tinggi sewaktu-waktu dan penyebrangan bisa ditiadakan untuk waktu yang tidak pasti.
    2. Bawa sunblock! Liburan ke sini akan dipenuhi dengan snorkeling dan main-main di pantai.

    Continue Reading
    Newer
    Stories
    Older
    Stories

    Hello, There!

    Valine Yarangga

    An introverted night owl who enjoys writing, singing, calm surroundings, and a cup of hot tea in the morning.

    More About Me

    • facebook
    • twitter
    • instagram

    Labels

    personal Ayo Jalan! review beauty talk Jajan Asik cerita di kantor cerpen

    recent posts

    Blog Archive

    • Februari 2023 (1)
    • Oktober 2021 (1)
    • Oktober 2020 (1)
    • Agustus 2020 (1)
    • April 2020 (1)
    • Maret 2020 (2)
    • Januari 2020 (1)
    • Desember 2019 (3)
    • September 2019 (1)
    • Mei 2019 (1)
    • Maret 2019 (1)
    • Februari 2019 (2)
    • Januari 2019 (2)
    • November 2018 (3)
    • Oktober 2018 (2)
    • September 2018 (1)
    • Agustus 2018 (1)
    • Juli 2018 (5)
    • Mei 2018 (1)
    • April 2018 (1)
    • Maret 2018 (5)
    • Februari 2018 (1)
    • Januari 2018 (1)
    • Desember 2017 (3)
    • November 2017 (2)
    • September 2017 (3)
    • Juli 2017 (1)
    • Mei 2017 (2)
    • April 2017 (2)
    • Maret 2017 (2)
    • Februari 2017 (1)
    • Januari 2017 (2)
    • Agustus 2016 (2)
    • Mei 2016 (2)
    • April 2016 (1)
    • Februari 2016 (1)
    • Januari 2016 (3)
    • Oktober 2015 (2)
    • September 2015 (1)
    • Juli 2015 (1)
    • Juni 2015 (2)
    • Mei 2015 (2)
    • Maret 2015 (1)
    • Oktober 2014 (2)
    • Juli 2014 (3)

    Statistic

    Created with by BeautyTemplates | Distributed By Gooyaabi Templates

    Back to top